PLTA Kota Panjang 114 MW

Beranda » Profil Perusahaan

Profil Perusahaan

Iklan

2.1 Sejarah Berdirinya PLTA Kota Panjang

Proyek PLTA Kota Panjang berlokasi di Desa Rantau Berangin, Kabupaten Kampar Provinsi Riau, sekitar 20 km dari Bangkinang atau 87 km dari Pekanbaru yang dapat membangkitkan tenaga listrik sebesar 114 MW atau 542 GWh pertahun dengan membuat bendungan beton setinggi 58 m pada aliran sungai kampar. Luas daerah tangkapan air (catchment area) PLTA Kota Panjang sekitar 3.337 km2 dengan debit air tahunan rata-rata 184.4 m3/s.

Biaya pembangunan proyek PLTA Kota Panjang berasal dari pemerintah Indonesia melalui dana APBN dan Non APBN (APLN) dan dana pinjaman luar negeri dari Oversease Economic Cooperation Funds (OECF), Jepang. Biaya pembangunan proyek PLTA Kota Panjang sekitar 700 Milyar Rupiah.

Adapun kondisi alam di lokasi proyek PLTA Kota Panjang sebagai berikut:

1.   Temperatur udara rata-rata 20oC

2.   Kelembaban udara rata-rata 84

3.   Curah hujan 2700 mm/hujan

Proyek PLTA Kota Panjang memanfaatkan arus sungai Kampar Kanan yang akan diharapkan dapat menghasilkan daya listrik sebesar 114 MW dan membangkitkan tenaga listrik dengan produksi energi sebesar 542.000.000 kWh/tahun. Energi listrik yang dibangkitkan akan digunakan untuk memenuhi tenaga listrik untuk wilayah Sumbar dan Riau khususnya untuk kota Pekanbaru sebagai pusat pemerintahan Provinsi Riau.

Proyek PLTA Kota Panjang diinterkoneksikan dengan PLTU Ombilin berkapasitas 200 MW yang mencakup Gardu Induk Salak, Gardu Induk Solok, Gardu Induk Indarung, Gardu Induk Teluk Bayur, Gardu Induk Kandis, Gardu Induk Padang Luar, Gardu Induk Payakumbuh, PLTD Simpang Haru, PLTD/ PLTG Pauh Limo, PLTA Batang Agam melalui switchyard yang ada pada PLTA Kota Panjang dan selanjutnya akan dihubungkan pula dengan PLTD/G dan Gardu Induk sekitar Pekanbaru.

Sarana dan prasarana yang terdapat pada lokasi proyek PLTA Kota Panjang sebagai faktor penunjang dari kegiatan proyek adalah:

1.       Base Camp sebagai kantor pusat dari proyek PLTA Kota Panjang Sumbar dan Riau yang terletak  di jalan raya km 15 Rantau Berangin.

2.       Rumah dinas yang disediakan untuk karyawan PLTA Kota Panjang, yang berdekatan dengan kantor pusat.

3.       Mess-mess yang disediakan oleh kontraktor sebagai tempat tinggal para pekerja yang terletak langsung dalam proyek PLTA Kota Panjang.

Sarana transportasi berupa mobil atau motor yang disediakan bagi karyawan yang terlibat langsung dalam proyek PLTA Kota Panjang digunakan untuk mempermudah peninjauan dan pengamatan tentang perkembangan proyek, dimana letaknya kurang lebih 3 km dari Base Camp.

2.1.1 Deskripsi Proyek

Proyek PLTA Kota Panjang terletak di Rantau Berangin, Kecamatan Bangkinang. Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, sekitar 20 km dari Bangkinang atau 87 km dari Pekanbaru yang dapat membangkitkan tenaga listrik sebesar           114 MW atau 542 GWh pertahun dengan membuat bendungan beton setinggi 58 m pada aliran Sungai Kampar.

2.1.2 Jadwal Pembangunan

Maret 1987 – Februari 1997             Pembebasan Tanah

Maret 1987 – Desember 1993          Pekerjaan Prasarana Kontruksi

Febuari 1993 – Maret 1997           Relokasi Jalan Nasional dan Provinsi

Oktober 1992 – Desember 1997     Pekerjaan Utama

Maret 1997 -Agustus 1997              Penggenangan (Impounding)

Juli 1990 – Maret 2003                     Pemantauan Program Kependudukan dan Lingkungan Hidup

2.1.3 Sumber Dana

Biaya pembangunan proyek PLTA Kota Panjang berasal dari Pemerintah Indonesia melalui dana APBN dan Non APBN (APLN) dan dana pinjaman luar negeri dari Overseas Economic Cooperation Funds (OECF) Jepang. Jumlah biaya pembangunan proyek PLTA Kota Panjang sekitar 700 milyar Rupiah.

 

2.1.4 Lingkup Pekerjaan

Secara garis besar ruang lingkup pekerjaan pembangunan PLTA Kota Panjang adalah sebagai berikut:

1.  Pekerjaan Prasarana, Erection Transmisi dan Gardu Induk

LOT  1          Jalan sementara                                   L = 1,4 km

LOT  2          Sebagian relokasi jalan nasional          L = 3,8 km

LOT  3          Base camp dan kantor untuk PLN dan Konsultan

LOT  4          Jalan masuk ke dam site                      L = 1,2 km

LOT  5          Pondasi Tower dan Erection Jaringan Transmisi 150 kV

LOT  6          Pekerjaan Sipil Gardu Induk dan Erection Trafo

LOT  7          Pondasi Tower dan Erection Jaringan ‘Transmisi 150 kV

 

2.  Pekerjaan umum (Kontraktor Internasional)

LOT 1        Pekerjaan Sipil Utama (Dam, Power house, Diversion Tunnel)

LOT 2        Pekerjaan Metal (Pintu Air, Saringan dan Pipa Pesat)

LOT 3A     Turbin 3 Unit, Governor 3 Unit dan Overhead Travelling Crane

LOT 3B     Generator 3 Unit (45.000 kVA), 3 Unit Trafo Utama (45.000kVA)

LOT 3C1   Peralatan Serandang Hubung, Trafo 10 MVA

LOT 3C2   Supply material Gardu Induk Pekanbaru dan Bangkinang

LOT 4        Supply material tower, kabel 150 kV dan isolator

LOT 5        Flood forecasting dan warning system dan telemetering system

LOT A’      Relokasi jalan nasional (41 km), jembatan Gulamo (288 m) dan jembatan Kampar (293 m)

LOT  B’      Relokasi jalan provinsi (22,2 km)

2.1.5 Tahap Pelaksanaan Pembangunan PLTA Kota Panjang

1.  Survei Pendahuluan (Reconnissance Survey)

Dilaksanakan pada tahun 1979 oleh TEPSCO (Tokyo Electric Power Services Co. Ltd).

2.  Pra Study Kelayakan (Pre Peasibility Study)

Dilaksanakan pada tahun 1980 oleh TEPSCO (Tokyo Electric Power Seryices Co. Ltd).

3.  Study Kelayakan (Peasibility Study)

Dilaksanakan pada tahun 1982 – 1984 oleh JICA (Japan International Cooperation Agency).

4.  Perencanaan Detil (Detail Engineering Design)

Dilaksanakan pada tahun 1987 – 1988 oleh TEPSO bekerja sama dengan konsultan nasional PT. Yodya Karya, Jakarta.

5.  Pra Kontruksi (Pre Construction Engineering)

Dilaksanakan pada tahun 1989 oleh TEPSO bekerja sama dengan konsultan nasional PT. Yodya Karya. Jakarta.

6.  Tahap Pembangunan (Construction Stage)

Disain-disain pekerjaan prasarana kontruksi dilaksanakan oleh PLN Pikitring Sumbar dan Riau, bekerja sama dengan konsultan-konsultan lokal.

Supervisi pelaksanaan pekerjaan umum dilaksanakan oleh konsultan dari Jepang yaitu TEPSCO (Tokyo Electric Power Services Co. Ltd) bekerja sama dengan konsultan nasional yaitu PT. Yodya Karya dan PT. Trimitra Nusa Engineering.

Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan pembangunan PLTA Kota Panjang adalah sebagai berikut:

LOT     1          Civil Works                             HAZAMA–BRANTAS ABIPRAYA                                                                       J.O.

LOT    2          Metal Works                           SUMITOMO CORP.

LOT    3A       Turbines                                  KVAERNER BOVING

LOT    3B       Generators                               ELIN – AUSTRODWIPA

LOT    3CI      Switchyard                              SIEMENS AG

LOT    3C2     Material Substation                 HIUNDAI CORP.

LOT    4          Material T / L 150 kV             NICHIMEN CORP.

LOT    5          Flood Forecasting dan                        – – –

Warning System dan

Telemetering System

LOT    5A’      Relokasi Jalan Nasional          CITRA SARANA BAHARI

LOT    5B’       Relokasi Jalan Provinsi           BERINGIN MAS JAYA

LOT    5          Erection T / L 150 kV             ELMEC CITRA TECHNICA

LOT    6          Erection Gardu induk             IDEE MURNI PRATAMA

LOT    7          Erection T / L 150 kV             WIJAYAKARYA                                                                                          PEMBANGUNAN PERUMAHAN.

Pekerjaan sipil utama yaitu LOT 1 dimulai sejak tanggal 16 Oktober 1992 dan selesai pada tanggal 15 Desember 1997. Unit I dengan kapasitas 38 MW beroperasi untuk membangkitkan tenaga listrik pada bulan Agustus 1997, selanjutnya Unit 2 bulan Oktober 1997 dan Unit 3 bulan September 1997.

2.2 Data – Data Teknis PLTA Kota Panjang.

  1. Kapasitas pembangkit

Daya maksimum 114 mw ( 3×38 mw )

Debit maksimum operasi 348  / sec untuk 3 unit

Produksi energi rata-rata pertahun 542 gwh

  1. Daerah genangan

Kapasitas genangan 54 juta

Ketinggian muka air maksimum 85, 0 m diatas permukaan laut

Ketinggian muka air minimum 73, 5 m di atas permukaan laut

Luas area genangan 124 k

Rata- rata debit masuk pertahun 184, 4 det

  1. Dam

Type dam concerete gravity

Tinggi 58, 0 m

Panjang puncak 257, 5 m

Volume dam 330,000

  1. Bangunan pelimpah

Type gate over flowing 5 unit

Kapasitas maksimum 8.000 /det untuk 5 unit

  1. Trowongan pengelak

Jumlah 2 unit

Diameter dalam 10 m

Total kapasitas rencana 1,300 det

  1. Pipa pesat (penstock)

Panjang 86, 9 m

Jumlah unit 3 unit

Diameter dalam 5, 0 m

  1. Gedung pembangkit

Panjang 80, 3 m

Lebar 35, 6 m

Tinggi 44, 0 m

  1. Turbin

Type vertical shaft, kaplan

Kapasitas terpasang 39,400 kw x 3 unit

Tinggi air jatuh efektif 38, 1 m

  1. Generator

Type 3 pashe AC

Kapsitas 45000 kVA x 3 unit

Voltage 11 kv

  1. Transformator utama

Type 3 phase onaf out door

Kapasitas 45.000 kVA x 3 unit

Voltage 11 /150 kv

  1. Jaringan transmisi

Panjang jaringan transmisi 153 km. 83 km ke pekanbaru dan 70 km ke payakumbuh.

Tegangan 150 kv

Banyak sirkuit ganda

Konduktor ACSR 435/ 55 m  < acsr 300

Banyak tower 459 buah

  1. Relokasi jalan

Jalan nasional lot 5a 41 km

Jembatan kampar p=293 m

Jembatan gulamo p= 288 m

Jalan provinsi 22,2 km

      Sarana dan prasarana yang terdapat pada lokasi proyek PLTA kota panjang sebagai faktor panunjang dari kegiatan proyek adalah :

  • Base camp sebagai kantor pusat dari proyek PLTA Kota Panjang SUMATRA BARAT dan RIAU yang terletak jalan raya 15 Rantau Berangin.
  • Rumah dinas yang disediakan untuk karyawan PLTA kota panjang, yang berdekatan dengan kantor pusat.
  • Mess-mess yang disediakan oleh kontraktor sebagai tempat tinggal para pekerja yang terletak langsung dalam proyek PLTA Kota Panjang.
  • Sarana transportasi berupa mobil atau sepeda motor bagi karyawan yang terlibat langsung dalam proyek PLTA Kota Panjang digunakan untuk mempermudah peninjauan dan pengamatan tentang perkembangan proyek, dimana letaknya lebih kurang 3 km dari base camp .

2.2.1 Kegiatan PLTA Kota Panjang

Produksi dan sistem pengoperasian kegiatan ini adlah pembangkit tenaga listrik dengan total day terpasang 114 MW ( 3 unit masing-masing 38 MW) atau 542GWh pertahun dengan membuat bendungan beton setinggi 58 m pada aliran sungai kampar. Luas daerah tangkapan air ( cathment area ) PLTA Kota Panjang sekitar 3.337  dengan dbit air tahunan rat-rata 184.4 s.

Untuk menghasilkan energi listrik sebesar 114 MW, diopersikan 3 unit turbin dengan kapasitas masing-msing 38.000 kW, yang disalurkan melalui transmisi tegangan tinggi 150 kV ke sistem interkoneksi dengan pembangkit besar yang ada di Sumatera.

2.2.2Kegiatan dan Kondisi Perusahaan Secara Umum

PLTA Kota Panjang 3×38 MW mulai beroperasi pada tahun 1998, disamping untuk memenuhi sistem tenaga listrik Riau, PLTA Kota Panjang juga interkoneksi dengan sistem Sumatera Barat dengan menggunakan jaringan transmisi 150 kV.  Saat ini sistem interkoneksi PLTA Kota Panjang terhubung se-Sumatera namun dibagi atas dua sistem jaringan transmisi yakni utara dan selatan. PLTA Kota Panjang merupakan sistem jaringan transmisi utara yang terinterkoneksi langsung ke selatan melalui gardu induk Payakumbuh. Karena PLTA Kota Panjang beroperasi langsung ke sistem selatan yakni Sumatera Barat, maka pengaturan operasional PLTA Kota Panjang dilakukan oleh Pusat Pengaturan dan Penyaluran Beban Sumatera (P3BS) yang berada di Sumatera Barat. Adapun data-data teknis dari PLTA Kota Panjang:

  1. 1.      Kapasitas Pembangkit

Daya Maksimum                                 : 114 MW ( 3 × 38 MW )

Daya Maksimum Operasi                    : 348 m3 / sec

Produksi energi rata-rata pertahun      : 542 GWh

  1. Daerah Genangan

Kapasitas genangan                            : 545 Juta m3

Ketinggian muka air maksimum         : 85,0 m

Ketinggian muka air minimum            : 73,5 m

uas area genangan                               : 124 km2

Rata-rata debit masuk pertahun          : 184,4 m3/det

  1. 3.      Dam

Type Dam                                           : Concrete Gravity

Tinggi                                                  : 58,0 m

Panjang puncak                                   : 257,5 m

Volume Dam                                       : 330.000 m3

  1. Bangunan Pelimpah

Type                                                    : Gate over flowing

Kapasitas                                             : 8.000 m3/det

  1. Terowongan Pengelak

Jumlah unit                                          : 2 unit

Diameter dalam                                   : 10 m

Total kapasitas rencana                       : 1.300 m3/det

  1. 6.      Pipa Pesat

Panjang                                               : 86,9 m

Jumlah unit                                          : 3 Unit

Garis tengah                                        : 5,0 m

  1. 7.      Gedung Pembangkit

Panjang                                               : 803 m

Lebar                                                   : 35,6 m

Tinggi                                                  : 44,0 m

  1. 8.      Turbin           

Type                                                    : Vertical Shaft, Kaplan

Kapasitas terpasang                            : 39.400 Kw × 3 unit

Tinggi efektif                                      : 38,1 m

  1. Generator

Type                                                    : 3 phase AC

Kapasitas                                             : 45.000 kVA × 3 unit

Voltage                                                            : 11 kV

  1. 10.  Transformator Utama

Type                                                    : 3 phase ONAF out door

Kapasitas                                             : 45.000 kVA × 3 unit

Voltage                                                : 11 / 150 kV

2.3 Struktur Organisasi PLTA Kota Panjang.

Dalam struktur keorganisasian, PLTA Kota Panjang dipimpin oleh seorang Manajer unit. Untuk menjalankan segala kewajibannya, seorang pemimpin PLTA dibantu oleh kepala seksi disamping itu juga teknisi-teknisi dibidang kelistrikan, mesin-mesin, sipil dan tata usaha.

2.3.1 Aktifitas Perusahaan dalam Bidang Keilmuan Teknik Elektro

         Secara umum aktifitas PLTA Kota Panjang berkaitan erat dengan bidang keilmuan teknik elektro, dimana PLTA merupakan suatu sistem pembangkit energi listrik yang memanfaatkan potensi air sebagai energi primernya. Energi listrik yang dihasilkan ini kemudian disalurkan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat.

Sistem operasi PLTA Kota Panjang yang telah terinterkoneksi menggunakan jaringan transmisi 150 kV yang diatur oleh Pusat Pengaturan dan Penyaluran Beban (P3B) di Sumatera Barat. Pola pengoperasian PLTA Kota Panjang berdasarkan rule curve yang dilakukan konsultan TEPSCO (Tokyo Electric Power Service Co. Ltd)  dalam studi kelayakan selama 19 tahun. Selain itu, PLTA Kota Panjang dioperasikan secara komputerisasi (SCADA system) dan menggunakan PLC (Programmable Logic Control) tipe untuk proses pengontrolan parameter-parameter pembangkit dan sistem penyaluran dilakukan secara komputerisasi di  control room PLTA Kota Panjang.

Untuk menjaga keandalan pembangkit dalam menjaga kontinuitas penyediaan listrik maka dilakukan pemeliharaan rutin dan terjadwal. Adapun pola pemeliharaan yang diterapkan PLTA Kota Panjang yakni, predictive maintenace dan preventive maintance. Setiap tahun dilakukan pemeliharaan tahunan (yearly maintenance) untuk setiap unit agar tingkat keandalan operasi PLTA tetap terjaga.

2.3.2 Tujuan dan fungsi  PLTA Kota Panjang.

Tujuan dan fungsi PLTA Kota Panjang ialah sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga listrik wilayah Sumbar dan Riau.  PLTA Kota Panjang dengan tenga listrik sebesar 114 MW akan memberikan pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di berbagai bidang di Provinsi Riau.

PLTA unit Kota Panjang 3 x 38 MW menggunakan Tiga unit turbin dan 3 unit generator yang di pasangkan. Sehingga dari ke Tiga unit tersebut dapat menghasilkan listrik sebesar 114 MW. Di samping itu PLTA kota panjang juga menggunakan bebarapa alat bantu untuk mendukung kerja turbin dan generator yang di pasang ketiga unit alat bantu tersebut antara lain ialah:

1        Sistem hidrolik governor turbin ( turbin hydraulic governor system)

2        Sistem air pendingin ( colling water system)

3        Sistem penyuplai udara( air supply sistem)

4        Sistem air pendingin perapat poros (shaft seal cooling water system)

5        Sitem drainse ( drainage dewatering system)

6        Bulk oil handling.

Iklan

Komentar ya,

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: